Jalan Berliku Di Bawah Langit Yang Biru
Bang Leon memanggil saya dari pintu kedatangan di Bandara Komodo, "Pak Andi, tunggu sini saja ya, biar tas nya saya bawa sudah". Saya pun memberi isyarat untuk menolak tasnya dibawakan, pertama, saya tidak membawa barang banyak, dan ranselnya masih bisa saya gendong, kedua, nampak terasa canggung saja, kalo barang personal yang masih bisa kita bawa, turut dibawakan orang lain, kecuali memang saat itu saya sedang memanggul karung beras oplosan, atau koper berisi berlian, dan butuh pengamanan sendiri, tentu saya tidak menolak. Dari perlakuan tersebut, saya jadi berfikir dan senyum-senyum sendiri, apa sekarang saya terlihat seperti seorang profesional, yang datang ke Labuan Bajo bukan untuk berlibur, tapi untuk bekerja, tidak, bukan bekerja, agar lebih fancy, mungkin saya sebut Business Trip, meskipun tiket Garuda saya bukan kelas bisnis, tapi tidak apa-apa. Hanya bisa-bisa celaka sudah, baru minta dibawakan tas deuter bekas murah saja, ekspektasi saya sudah sejauh itu, apalagi...